 |
Foto: Pantura7.com |
PROBOLINGGO - Meski masih belia, namun NR (14) dan KS (17) warga Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo harus berhadapan dengan pihak kepolisian. Mereka disangkakan menyetubuhi RDD (14) warga Kecamatan Leces secara paksa. Perbuatan tak senonoh itu dilakukan remaja perempuan yang baru lulus SMP ini pada Senin (26/8) malam lalu.
Bermula saat pelaku dan korban berkenalan melalui facebook (FB) lalu kedua pelaku mengajak korban bertemu. Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto menjelaskan, pertemuan antara pelaku dan korbn terjadi sekitar pukul 21.00 Wib di depan rumah korban. Korban yang masih polos, mau saja diajak jalan-jalan meski menggunakan motor berboncengan tiga.
“Setibanya dilokasi kejadian yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumah korban, korban dipeluk pelaku. Tidak lama kemudian, korban ditelanjangi dan kedua pelaku bergiliran menyetubuhi korban,” kata Riyanto, Kamis (29/8). Seperti yang dilansir di situs
PANTURA7.COM. Setelah disetubuhi, lanjut Riyanto, korban kemudian diantar pulang kerumahnya sekitar pukul 23.30 Wib.
“Baru pagi harinya, kejadian itu terbongkar dan orang tuanya melapor ke kami,” ujar perwira asal Pasuruan ini.
Terpisah, Bunga (nama samaran, red) yang merupakan kakak korban mengaku, ia curiga setelah adiknya pulang dengan wajah merunduk dan pakaian yang lusuh dan kotor. “Awalnya adik saya bilang mau ngecas HP di rumah sebelah. Tapi setelah saya cari ternyata tidak ada. Beberapa jam kemudian dia balik ke rumah dengan wajah habis nangis,” ucap Bunga saat mendampingi korban di Polres Probolinggo.
Dinilai mencurigakan, Bunga lantas bertanya kepada adiknya namun tidak kunjuung keluar jawaban. Setelah dipaksa, jelas Bunga, akhirnya korban buka suara dan mengaku telah menjadi korban pemerkosaan teman barunya.
“Mungkin takut mau bilang, apalagi bapak lagi sakit. Saya baru tahu setelah teman saya yang nanyak, dia ngaku diperkosa, baru setelah itu saya bilang ke keluarga,” jelasnya. (*)
Related Posts :
Angkat Berita Sara dan Hoax Jelang Pilgub di Medsos Akan Ditindak Tegas
Forum Group Discussion (FGD) tentang cipta kondisi Pilkada Damai dihadiri Bupati, Kapolres, FKUB, KPU, Panwas, Parpol dan Ormas. (foto… Read More...
Aksi Tolak UU MD3 Berujung Ricuh, FRM Laporkan Oknum Sat Pol PP Ke Polisi
Masa dan Sat Pol PP saat aksi dorong
Kalianda, Kaliandanews – Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa Lampung Selatan yang menolak UU M… Read More...
FKPS Berikan Pengobatan Masal Bagi Korban Banjir BandangPenulis : Mujiono
Senin 01 Maret 2018
DRINGU,KRAKSAANONLINE.COM – Dampak banjir bandang mengakibatkan rumah warga tergenangi air bercampur… Read More...
Khozin Shop Jadi Percontohan Kemandirian Ekonomi Pondok Pesantren di Blora
Bupati Djoko Nugroho memotong tumpeng peresmian Khozin Shop didampingi KH Muharror Ali, Ketua RMI NU KH Abdul Ghofar Rozin dan Direktu… Read More...
Pasca Banjir Bandang, Gotong Royong Bersihkan Pemukiman Warga
Adik-adik Pramuka bersama anggota TNI gotong royong membantu membersihkan rumah warga dari sisa genangan lumpur akibat banjir bandang,… Read More...